14 Oktober 2010

Ku Sambut Kau dengan Sebuah Toilet

Menlu AS Hillary Clinton memberi applaus
pada toilet bantuan USAID
di Petojo, Jakarta
Ku Sambut Kau dengan Sebuah Toilet
Untuk Yang Mulia Mrs. Hillary

Akhirnya kemarin kau datang juga
dari negeri atas angin, parfummu melelehkan ranting-ranting
ku menyambutmu di depan pintu
dengan karpet merah bertabur haru
setelah sekian lama kutanggung rindu

Dan sesuai pesanmu,
kupajang sebuah toilet baru
tepat di depan pintu
warnanya baru saja dipulas
merah biru berbintang-bintang
tinggi mengangkang, menutupi taman-taman
gemuruh sudah kau bertepuk tangan

Sungguh, aku senang kau datang
kita akan lama saling meminang
tapi lain kali jangan membuatku malu
sekalipun pujianmu tubi menggebu

Dinegeriku ini, kawan
toilet letaknya di pojok belakang
sekalipun disepuh emas benderang
tetap tak pantas untuk dipajang
apa lagi untuk menyambut tamu yang datang

Pancoran,
04 Agustus 2009
(Ketika membongkar sebuah halaman koran lama, dan ketika harga diriku sebatas toilet)

1 komentar:

brain90 mengatakan...

Pertamax gan ! ;)