24 Oktober 2012

Bandung Jakarta 3


Kereta itu berangkat sudah. Pagi yang dermawan telah menitipkan gadisnya padaku. Hanya padaku. Serona mawar, kuning kemerahan. Pipinya bersinar tembaga. Bagai bara yang baru saja menyala. Dua puluh tahun lebih muda aku rasanya.

“Bolehkah kita bertukar tempat? Saya ingin disisi jendela” Tentu. Tentu saja. Mana mungkin menolaknya. Seumpama akar rotan manis senyumnya, saat aku tersesat di belantara angan-angan. Riangnya berdentingan ketika dia mulai bercerita tentang cintanya.

“Akhirnya aku sampai juga di kotamu, kekasih. Lama sudah aku mendambakannya”. Itu kata-katanyanya. Sungguh, itu kata-katanya. Aku tersenyum saja. Tak pantas setua ini melompat-lompat seperti remaja. Ingin aku genggam tangannya. Tapi itu juga tak pantas. Seisi kereta akan tertawa. Mungkin diriku sendiri juga akan tertawa. Biarlah gadis itu bercerita tentang cintanya, aku mendengarkan saja.

Siapa bilang waktu bisa diukur dengan arloji. Tidak bisa! Leburkan dirimu ke dalam gelora maka kau tak akan merisaukan waktu. Siapa bilang ruang bisa ditera dengan speedometer. Tidak bisa, kawan. Satukan dirimu dengan anganmu maka kau tak akan menemukan batas dunia.

“Mbak, Pak, karcis, karcis,” kondektur itu mengganggu saja. Waktu jadi kembali merisaukan. Ruang kembali menyesakkan, seperti biasanya. Kenapa tak pakai barcode saja. Atau infra merah? Atau biometric scanner? Dasar kampungan.

Tapi itu tak lama. Gadis itu kembali bercerita tentang cintanya. Bergaung ke gunung-gunung. Bergema tak ada batasnya. Senyumnya manis seperti akar rotan. Dan aku mendengarkan saja. Ingin aku genggam tangannya. Tapi itu tak pantas.

Di ambang terowongan, gadis itu tiba-tiba berhenti bercerita. Sunyi seperti kematian. Dia menoleh padaku dan bertanya, “Maaf Pak, mengapa hp saya tiba-tiba tidak bisa digunakan?”

Gadis serona mawar itu berhenti bercerita tentang cintanya. Benar kawan, dia tidak bercerita padaku, tapi pada sebuah hp. “Di sini blankspot, Dik. Tidak ada sinyal,” jawabku sekenanya. Kini aku merasa perjalanan ini akan lebih lama dari biasanya. Lebih lama.

(Bandung, subuh)

Tidak ada komentar: