24 Oktober 2012

Di Tepian Swan


Sering kau ceritakan
tentang riuhmu memunguti daun-daun gugur
di tepian Swan
slalu kau pilih satu
sebagai penanda tahun
semakin lama semakin tinggi
daun-daun kau susun.

Sering kau ceritakan
keinginanmu yang sumir
membangun mercusuar di tepian Swan
tinggi mengawang
dipuncaknya kau ingin leluasa memandang
horison negerimu di lautan seberang

Sering kau bilang mati cemburu
pada tiang-tiang kapal
yang setiap sore mencuri horisonmu
menyisakan siluet, berwarna pun tidak
lalu kau pinjam kemarahan Archimedes di ujung maut,
“Hai, kau menutupi horisonku!”

Kini kau beralih cita-cita
tak lagi ingin membangun menara, tapi reflektor raksasa
yang memantulkan horison negerimu di lautan seberang
berkilauan, entah karena cahaya atau karena berkaca-kaca
kau tak bisa memastikan
di tepian Swan, kau tak kan bisa memastikan

(Pancoran, selepas maghrib)

Tidak ada komentar: