24 Oktober 2012

Pinta Anakku di Hari Ulang Tahunnya


Putri namanya
delapan umurnya
belum juga remaja
masih kepang dua

Di hari ulang tahunnya
kenes memanja
kutahu maksudnya
menagih tanda cinta

Pinta anakku di hari jadinya
sebuah tivi untuk kamarnya
tak perlu besar atau datar
cembung kecil juga tak apa

Pinta anakku di hari jadinya
sebuah tivi menarik hati
ada misteri juga selebriti
Eh, bisa pula belajar ngaji

Bagai menteri titahnya
setrampil pakar kilahnya
bila tak ada tivi dikamarnya
bagaimana menghadapi dunia

kita ini katak di tempurung kelapa, katanya
berumah tanpa jendela
tivi adalah bola kaca
bagi Sri Kresna melipat dunia

Pinta anakku dihari ulang tahunnya
sebuah tivi untuk kamarnya
menakar kadar cinta ayahnya
yang termangu menimbang rasa

(Banjaran, Susah Sungguh Menjadi Seorang Ayah)


Maafkan Ayah, Anakku

Maafkan ayah, anakku
tak luluskan pintamu
Sebuah tivi untuk kamarmu
Bukan ayah tak sayang padamu

Tivi pintamu
adalah lubang hitam di angkasa biru
gravitasinya tak terperikan
Menyerap materi ke dalam pusaran

Tak peduli koruptor atau politisi
Teroris atau martir suci
wadam atau kyai
sulih rupa jadi komoditi

Tivi pintamu
adalah mesin sakti fragmentasi
menjajakan mosaik sepanjang hari
polanya dikubur ke perut bumi

Memang anakku
lubang hitam di angkasa itu
ada kalanya berlubang cacing
yang mengantarkanmu ke angkasa lain

Tapi anakku,
tak mudah kau raih itu
karena cacing hanya sekelingking
perlu rasa yang benar-benar bening

Maaf anakku,
tivimu kutukar buku
tolong jangan ragukan cinta ayahmu


(Banjaran)

Tidak ada komentar: