24 Oktober 2012

Sekarwangi

1

Bila mereka bertanya tentang negerimu, Anakku
ceritakan saja tentang tunas-tunas baru
yang kita tanam di kebun mawar
jangan ceritakan tanah-tanah puso yang sering kita saksikan
agar mereka terbiasa dengan harapan

Bila mereka bertanya tentang negerimu, Anakku
ceritakan saja tentang rumah baru
yang tiang-tiangnya telah kita tegakkan
jangan ceritakan tentang rumah-rumah kardus yang sering kita temukan
agar mereka terbiasa dengan masa depan

Bila mereka bertanya tentang negerimu, Anakku
ceritakan saja tentang sabana
yang anginnya menggenggam tawamu hingga ke awan
atau lautan yang tepinya melebihi keperkasaan matahari
jangan ceritakan tentang pohon-pohon lapuk yang mudah patah
agar mereka terbiasa dengan kemungkinan

Bila mereka bertanya tentang negerimu, Anakku
ceritakan saja tentang api abadi di dadamu
yang menyala sekalipun badai mengosongkan minyakmu
jangan ceritakan tentang hati kerdil si pengeluh dan hati koyak si perakus
agar mereka terbiasa dengan kemenangan

Bila mereka bertanya tentang negerimu, Anakku
jagalah perapianmu, lalu ijinkan mereka berdiang
walau kini mereka masih membeku kedinginan
tapi kelak merekapun akan rindu terbakar

2

Bila kau bertanya padaku tentang negerimu, anakku
akan kuceritakan dua hal,
satunya kepedihan,
lainnya harapan

Tentang kepedihan, anakku
Lihatlah, seandainya hari ini pun Tuhan menghadiahi surga
pasti esok pagi akan hilang baut-bautnya
dicabuti sebagai hidangan pesta
remahnya berserakan menyampahi sejarah

Tentang kepedihan, anakku
lihatlah mereka yang masih saja pulas
tak tahu ini sudah pukul berapa
entah masih sempatkah mereka terjaga
ketika kereta jaman datang bergegas

Tentang kepedihan, anakku
lihatlah mereka yang mengiba meratapi senja
seolah esok tak kan lagi tiba
sedang lainnya menghabiskan seluruh perbekalan
sekalipun mereka tahu, perjalanan masih amat panjang

Kini tentang harapan, anakku
ayahmu masih menyimpan sebongkah cita-cita
asal saja apimu masih menyala, mari kita hangatkan
jangan takut kehabisan surga, anakku
karena di dadamu masih banyak tersisa

(pancoran, menghabiskan minggu)

Tidak ada komentar: